Rabu, 22 Januari 2020

Sub bab 11 identifikasi fungsi morfem



A. Definisi Fungsi Morfem Imbuhan
Menurut (Muslich 2008:94) Fungsi yang dimaksud dalam pembahasan ini ialah kemampuan morfem untuk membentuk kelas kata tertentu. Dalam morfologi, istilah “fungsi” memang diartikan demikian, bukan “fungsi” di luar pengertian itu (dalam sintaksis, istilah fungsi menunjukkan subjek, predikat, objek dan seterusnya). Oleh sebab itu, dalam pembahasaan selanjutnya menyebut istilah“ fungsi”, jangan diartikan sebagai pembatas di atas. Dalam bahasa Indonesia ,ada morfem-morfem yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kelas kata baru, ada pula yang tidak mempunyai kemampuan tersebut.
a.       Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata benda
Morfem imbuhan bahasa Indonesia yang mampu membentuk kelas kata benda adalah {peN-}, {per-}, {pe-}, {an-}, {-wan}, {ke-an}. {peN-an}, {per-an}, dan {-el-}. Hal itu dapat ditelaah pada contoh-contoh berikut.
Morfem Imbuhan +
Bentuk dasar dan kelas katanya
= Kata hasil bentukan dan kelas katanya
peN-
Tulis (kerja)
Penulis (benda)
Per-
Tapa (kerja)
Pertapa (benda)
Pe-
Suruh (kerja)
Pesuruh (benda)
-an
Timbang (kerja)
Timbangan (benda)
-wan
Olahraga (kerja)
Olahragawan (benda)
Ke-an
Bersih (sifat)
Kebersihan (benda)
peN-an
Beri (kerja)
Pemberian (benda)
Per-an
Baik (sifat)
Perbaikan (benda)
-el-
Tunjuk (kerja)
Telunjuk (benda)
      Demikian juga imbuhan yang terdapat pada kata pekerja, pembalut, pelaksana, ilmuwan, pernyataan, perselisihan, dan masih banyak lagi.

b.      Morfem imbuhan sebagai kata pembentuk kata kerja
Morfem imbuhan bahasa Indonesia yang mampu membentuk kelas kata kerja ialah {meN-}, {ber-},{di-}, {ter-}, {meN-kan}, {meN-i}, {di-kan}, {di-i}, {ter-kan}, dan {ke-an}. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh-contohnya :
Morfem imbuhan +
Bentuk dasar dan kelas katanya
= kata hasil bentuk dan kelas katanya
meN-
Putih (sifat)
Memutih (kerja)
Ber-
Layar (benda)
Berlayar (kerja)
di-
Sabun (benda)
Disabun (kerja)
Ter-
Pahat (benda)
Terpahat (kerja)
Men-kan
Kecil (sifat)
Mengecilkan (kerja)
di-kan
Besar (sifat)
Dibesarkan (kerja)
Ter-i
Ludah (benda)
Terludahi (kerja)
Ter-kan
Sisih (benda)
Tersisihkan (kerja)
Ke-an
Lelah (sifat)
Kelelahan (kerja)
meN-i
Sayang (sifat)
Menyayangi (kerja)
di-i
Air (benda)
Diairi (kerja)
Demikian juga morfem imbuhan yang terdapat pada kata memeriksa, mengangkat, bergurau, dilipat, tertelan, dan masih banyak lagi.
c.       Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata sifat
Morfem imbuhan bahasa indonesia, selain mampu membentuk kelas kata benda dan kelas kata kerja, juga ada yamg mampu membentuk kelas kata sifat. Adapun morfem-morfem imbuhan bahasa indonesia yang mampu membentuk kata sifat morfem-morfem imbuhan bahasa indonesia yang mampu membentuk kata sifat ialah {meN-}, {ber-}, {ter-}, {peN-}, {ke-an}, dan {-em-}. Untuk lebih jelasnya berikut contoh-contohnya.
Morfem imbuhan +
Bentuk dasar dan kata kelasnya
= kata hasil bentuknya dan kelas katanya
meN-
Kantuk (kerja)
Mengantuk (sifat)
Ber-
Wibawa (benda)
Berwibawa (sifat)
Ter-
Ikat (kerja)
Terikat (sifat)
peN-
Malu (sifat)
Pemalu (sifat)
Ke-an
Girang (sifat)
Kegirangan (sifat)
-em-
Getar (benda)
Gemetar (sifat)
     
B. Fungsi Morfem Ulang
1.                  Morfem ulang sebagai pembentuk kata benda
Menurut(Muslich,2010: 97-99) Bentuk yang akan dibedakan bisa disebut mengalami proses nominalisasi yang lazimnya berkelas kata kerja, terutama yang berafiks. Tetapi tidak sembarang kata kerja berafiks yang diulang mampu mengubah kelas kata kerja ke kata benda.
Bentuk Dasar
Kelas Kata
Bentuk Dasar
Kelas Kata
Menjahit
Kata kerja
Jahit-menjahit
Kata benda
Berbaris
Kata kerja
Baris-berbaris
Kata benda
Menulis
Kata kerja
Tulis-menulis
Kata benda
Memotret
Kata kerja
Potret-memotret
Kata benda
Berhias
Kata kerja
Hias-berhias
Kata benda
Jadi dapat disimpulkan bahwa kata ulang yang bermakna saling berbalasan atau resiprokal tidak mengubah kelas kata bentuk dasarnya. 
2.                  Morfem ulang sebagai pembentuk kata tugas/sarana
Dalam tuturan anaknya cantik-cantik dan gurunya galak-galak , cantik cantik dan galak-galak tetap berkelas kata sifat seperti bentuk dasarnya yaitu cantik dan galak. Namun berbeda dengan pernytaan dibawah ini :

Bentuk dasar
Kelas kata
Bentuk ulang
Kelas kata
Cepat
Kata sifat
Cepat-cepat “dengan cepat”
Kata tugas
Jauh
Kata sifat
Jauh-jauh  “sampai jauh”
Kata tugas
Masak (buah)
Kata sifat
Masak-masak (pikir)
Kata tugas
Jelas
Kata sifat
Jelas-jelas “pasti”
Kata tugas
Mula “awal”
Kata benda
Mula-mula “pada awalnya”
Kata tugas
Benar
Kata sifat
Benar-benar
Kata tugas
Sampai
Kata kerja
Sampai-sampai
Kata tugas

Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka morfem ulang mempunyai beberapa kemungkinan arti sebagai berikut :
a)      Menyatakan bahwa ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang-ulang’ misalnya :
Memukul-mukul                    “memukul berulang-ulang”
Menggerak-gerakkan            “menggerakkan berulang-ulang”
b)      Menyatakan bahwa ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan oleh dua pihak dan saling mengenai / berbalasan’ misalnya :
Bantu-membantu                  “saling membantu”
Tinjau-meninjau                    “saling meninjau”
Menyatakan ‘hal-hal yang berhubungan dengan tindakan yang bersangkut paut dengan bentuk dasar’ misalnya :
Cetak-mencetak                    “hal-hal yang berhubungan dengan kegiata mencetak”
d)     Menyatakan bahwa “tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan seenaknya /santai atau hanya untuk bersenang-senang’ misalnya :
Membaca-baca                      “membaca seenaknya / santai untuk bersenang-senang”
Makan-makan                       “ makan seenaknya / santai untuk bersenang-senang”
e)      Apabila berkombinasi dengan {ber-an} menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan oleh kedua pihak dan saling mengenai, misalnya :
Berkirim-kiriman                   “saling mengirim”
Berolok-olok                         “saling mengolok”
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda maka morfem ulang mempunyai beberapa kemungkinan arti yaitu :
a.       Menyatakan ‘banyak’ misalnya :
Kemajuan-kemajuan               “banyak kemajuan”
Gedung-gedung                      “banyak gedung”
Orang-orang                            “banyak orang”
Apabila dikombinasi dengan –an menyatakan ‘sesuatu yang menyerupai apa yang tersebut pada bentuk dasar’. Misalnya :
Orang-orangan            “menyerupai orang”
Kuda-kudaan              “menyerupai kuda”
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata sifat, maka kemungkinan arti morfem ulang sebagai berikut :
    Menyatakan ‘lebih… lagi’, misalnya :
Cepat-cepat     “lebih cepat lagi”         berlarilah cepat-cepat !
Rajin-rajin       “lebih rajin lagi”          belajarlah rajin-rajin !
    Apabila berkombinasi dengan {ke-an} menyatakan ‘agak’, misalnya :
Kehijau-hijauan           “agak hijau”
Keheran-heranan         “agak heran”

C. Klasifikasi Fungsi Kontruksi Majemuk
Menurut(Muslich2010 : 99)Kata tanahadalah kata benda. Bentukmajemuknya, tanah air, adalahjugaberkelas kata benda.Contohserupadengannyaadalahdarahdaging, suamiistri, anakcucu, kutubuku, doarestudll. Halnyatidakdemikiandalamsepakterjang, misalnyasepakdanterjangadalah kata kerja, tetapisepakterjangberkelas kata benda.Contohlainnyaadalahsukadukayang berkelas kata benda.Bentuksukadandukasama – samaberkelas kata sifat.

Secara sederhana, kata majemuk bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, antara lain:
1.      Kelompok pertama beranggotakan kambing hitam, meja hijau, lemabaran hitam, apa boleh buat, bertekuk lutut, tangan dingin, mulut besar, dan seterusnya.
Kata majemuk pada kelompok pertama lepas sama sekali dari arti unsur-unsurnya.

2.      Kelompok kedua beranggotakan rumah  makan, rumah sakit, kamar tidur, kamar mandi, angkat besi, tolak peluru,dan seterusnya.
Kata majemuk pada kelompok kedua ini salah satu unsurnya masih memiliki arti unsur aslinya. Misal istri muda tidak sama dengan istri yang muda, karena mungkin saja usianya justru lebih tua dari istri pertama memang benar. Tetapi bagaimanapun juga kata istri masih mangandung makna ‘istri’.
3.   Kelompok ketiga beranggotakan tua renta, tua bangka, gelap gulita, dendam kesumat, hitam legam, malam  kelam, dan  seterusnya.
Kata majemuk pada kelompok ketiga mempunyai unsur yang unik atau morfem unik. Morfem yang bergandengan dengan morfem unik ada dua jenis  yaitu,
a.       Berjenis kata kerja
Apabila morfem unik mengikuti morfem yang berjenis kata kerja,maka morfem unik itu berarti ‘frekuensi kuantitatif’. Misalnya lalu lalang dan simpang siur.
b.      Berjenis kata sifat
Apabila morfem unik mengikuti morfem yang berjenis kata sifat,maka morfem unik itu berarti ‘intensitas kualitatif’. Misalnya gelap gulita, muda belia, dan sunyi senyap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar