A. Definisi Fungsi Morfem Imbuhan
Menurut
(Muslich 2008:94) Fungsi yang dimaksud dalam pembahasan ini ialah kemampuan morfem
untuk membentuk kelas kata tertentu. Dalam morfologi,
istilah “fungsi” memang diartikan demikian,
bukan “fungsi” di luar pengertian itu (dalam sintaksis,
istilah fungsi menunjukkan subjek,
predikat, objek dan seterusnya).
Oleh sebab itu, dalam pembahasaan selanjutnya menyebut istilah“
fungsi”, jangan diartikan sebagai
pembatas di atas. Dalam bahasa Indonesia
,ada morfem-morfem yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kelas
kata baru, ada pula yang tidak mempunyai kemampuan tersebut.
a. Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata benda
Morfem imbuhan bahasa Indonesia yang mampu membentuk kelas kata benda adalah
{peN-}, {per-}, {pe-}, {an-}, {-wan}, {ke-an}. {peN-an}, {per-an}, dan {-el-}.
Hal itu dapat ditelaah pada contoh-contoh berikut.
|
Morfem Imbuhan +
|
Bentuk dasar dan kelas katanya
|
= Kata hasil bentukan dan kelas katanya
|
|
peN-
|
Tulis (kerja)
|
Penulis (benda)
|
|
Per-
|
Tapa (kerja)
|
Pertapa (benda)
|
|
Pe-
|
Suruh (kerja)
|
Pesuruh (benda)
|
|
-an
|
Timbang (kerja)
|
Timbangan (benda)
|
|
-wan
|
Olahraga (kerja)
|
Olahragawan (benda)
|
|
Ke-an
|
Bersih (sifat)
|
Kebersihan (benda)
|
|
peN-an
|
Beri (kerja)
|
Pemberian (benda)
|
|
Per-an
|
Baik (sifat)
|
Perbaikan (benda)
|
|
-el-
|
Tunjuk (kerja)
|
Telunjuk (benda)
|
Demikian juga imbuhan
yang terdapat pada kata pekerja, pembalut, pelaksana, ilmuwan,
pernyataan, perselisihan, dan masih
banyak lagi.
b. Morfem imbuhan sebagai kata pembentuk kata
kerja
Morfem imbuhan
bahasa Indonesia yang mampu membentuk kelas kata kerja ialah {meN-},
{ber-},{di-}, {ter-}, {meN-kan}, {meN-i}, {di-kan}, {di-i}, {ter-kan}, dan
{ke-an}. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh-contohnya :
|
Morfem imbuhan +
|
Bentuk dasar dan kelas katanya
|
= kata hasil bentuk dan kelas katanya
|
|
meN-
|
Putih (sifat)
|
Memutih
(kerja)
|
|
Ber-
|
Layar (benda)
|
Berlayar
(kerja)
|
|
di-
|
Sabun (benda)
|
Disabun
(kerja)
|
|
Ter-
|
Pahat (benda)
|
Terpahat
(kerja)
|
|
Men-kan
|
Kecil (sifat)
|
Mengecilkan
(kerja)
|
|
di-kan
|
Besar (sifat)
|
Dibesarkan
(kerja)
|
|
Ter-i
|
Ludah (benda)
|
Terludahi
(kerja)
|
|
Ter-kan
|
Sisih (benda)
|
Tersisihkan
(kerja)
|
|
Ke-an
|
Lelah (sifat)
|
Kelelahan
(kerja)
|
|
meN-i
|
Sayang
(sifat)
|
Menyayangi
(kerja)
|
|
di-i
|
Air (benda)
|
Diairi
(kerja)
|
Demikian
juga morfem imbuhan yang terdapat pada kata memeriksa,
mengangkat, bergurau, dilipat, tertelan, dan masih banyak lagi.
c.
Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata sifat
Morfem imbuhan
bahasa indonesia, selain mampu membentuk kelas kata benda dan kelas kata kerja,
juga ada yamg mampu membentuk kelas kata sifat. Adapun morfem-morfem imbuhan
bahasa indonesia yang mampu membentuk kata sifat morfem-morfem imbuhan bahasa
indonesia yang mampu membentuk kata sifat ialah {meN-}, {ber-}, {ter-}, {peN-},
{ke-an}, dan {-em-}. Untuk lebih jelasnya berikut contoh-contohnya.
|
Morfem imbuhan +
|
Bentuk dasar dan kata kelasnya
|
= kata hasil bentuknya dan kelas
katanya
|
|
meN-
|
Kantuk (kerja)
|
Mengantuk (sifat)
|
|
Ber-
|
Wibawa (benda)
|
Berwibawa (sifat)
|
|
Ter-
|
Ikat (kerja)
|
Terikat (sifat)
|
|
peN-
|
Malu (sifat)
|
Pemalu (sifat)
|
|
Ke-an
|
Girang (sifat)
|
Kegirangan (sifat)
|
|
-em-
|
Getar (benda)
|
Gemetar (sifat)
|
B.
Fungsi Morfem Ulang
1.
Morfem ulang sebagai pembentuk kata benda
Menurut(Muslich,2010: 97-99) Bentuk yang akan dibedakan bisa disebut mengalami proses
nominalisasi yang lazimnya berkelas kata kerja, terutama yang berafiks. Tetapi
tidak sembarang kata kerja berafiks yang diulang mampu mengubah kelas kata
kerja ke kata benda.
|
Bentuk
Dasar
|
Kelas Kata
|
Bentuk
Dasar
|
Kelas Kata
|
|
Menjahit
|
Kata kerja
|
Jahit-menjahit
|
Kata benda
|
|
Berbaris
|
Kata kerja
|
Baris-berbaris
|
Kata benda
|
|
Menulis
|
Kata kerja
|
Tulis-menulis
|
Kata benda
|
|
Memotret
|
Kata kerja
|
Potret-memotret
|
Kata benda
|
|
Berhias
|
Kata kerja
|
Hias-berhias
|
Kata benda
|
Jadi dapat disimpulkan bahwa kata ulang yang bermakna saling berbalasan
atau resiprokal tidak mengubah kelas kata bentuk dasarnya.
2.
Morfem ulang sebagai pembentuk kata tugas/sarana
Dalam tuturan anaknya
cantik-cantik dan gurunya galak-galak , cantik cantik dan galak-galak tetap
berkelas kata sifat seperti bentuk dasarnya yaitu cantik dan galak. Namun
berbeda dengan pernytaan dibawah ini :
|
Bentuk dasar
|
Kelas kata
|
Bentuk ulang
|
Kelas kata
|
|
Cepat
|
Kata sifat
|
Cepat-cepat
“dengan cepat”
|
Kata tugas
|
|
Jauh
|
Kata sifat
|
Jauh-jauh “sampai jauh”
|
Kata tugas
|
|
Masak
(buah)
|
Kata sifat
|
Masak-masak
(pikir)
|
Kata tugas
|
|
Jelas
|
Kata sifat
|
Jelas-jelas
“pasti”
|
Kata tugas
|
|
Mula
“awal”
|
Kata benda
|
Mula-mula “pada
awalnya”
|
Kata tugas
|
|
Benar
|
Kata sifat
|
Benar-benar
|
Kata tugas
|
|
Sampai
|
Kata kerja
|
Sampai-sampai
|
Kata tugas
|
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka
morfem ulang mempunyai beberapa kemungkinan arti sebagai berikut :
a)
Menyatakan bahwa ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan
berulang-ulang’ misalnya :
Memukul-mukul
“memukul berulang-ulang”
Menggerak-gerakkan
“menggerakkan
berulang-ulang”
b)
Menyatakan bahwa ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan oleh dua
pihak dan saling mengenai / berbalasan’ misalnya :
Bantu-membantu
“saling membantu”
Tinjau-meninjau
“saling meninjau”
Menyatakan ‘hal-hal
yang berhubungan dengan tindakan yang bersangkut paut dengan bentuk dasar’
misalnya :
Cetak-mencetak
“hal-hal yang berhubungan dengan kegiata mencetak”
d)
Menyatakan bahwa “tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan seenaknya
/santai atau hanya untuk bersenang-senang’ misalnya :
Membaca-baca
“membaca seenaknya / santai untuk bersenang-senang”
Makan-makan
“ makan seenaknya / santai untuk bersenang-senang”
e)
Apabila berkombinasi dengan {ber-an} menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan
oleh kedua pihak dan saling mengenai, misalnya :
Berkirim-kiriman
“saling mengirim”
Berolok-olok
“saling mengolok”
Apabila bentuk dasarnya
berkelas kata benda maka morfem ulang mempunyai beberapa kemungkinan arti yaitu
:
a. Menyatakan
‘banyak’ misalnya :
Kemajuan-kemajuan
“banyak kemajuan”
Gedung-gedung
“banyak gedung”
Orang-orang
“banyak orang”
Apabila dikombinasi dengan –an menyatakan ‘sesuatu
yang menyerupai apa yang tersebut pada bentuk dasar’. Misalnya :
Orang-orangan
“menyerupai orang”
Kuda-kudaan
“menyerupai kuda”
Apabila bentuk dasarnya
berkelas kata sifat, maka kemungkinan arti morfem ulang sebagai berikut :
Menyatakan ‘lebih… lagi’, misalnya :
Cepat-cepat “lebih cepat lagi”
berlarilah cepat-cepat !
Rajin-rajin “lebih
rajin lagi” belajarlah
rajin-rajin !
Apabila berkombinasi dengan {ke-an} menyatakan ‘agak’, misalnya :
Kehijau-hijauan
“agak hijau”
Keheran-heranan
“agak heran”
C. Klasifikasi Fungsi
Kontruksi Majemuk
Menurut(Muslich2010 : 99)Kata tanahadalah kata
benda. Bentukmajemuknya, tanah air, adalahjugaberkelas kata
benda.Contohserupadengannyaadalahdarahdaging, suamiistri, anakcucu,
kutubuku, doarestudll. Halnyatidakdemikiandalamsepakterjang, misalnyasepakdanterjangadalah
kata kerja, tetapisepakterjangberkelas kata
benda.Contohlainnyaadalahsukadukayang berkelas kata benda.Bentuksukadandukasama
– samaberkelas kata sifat.
Secara sederhana, kata
majemuk bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, antara lain:
1.
Kelompok pertama beranggotakan kambing
hitam, meja hijau, lemabaran hitam, apa boleh buat, bertekuk lutut, tangan
dingin, mulut besar, dan seterusnya.
Kata majemuk pada
kelompok pertama lepas sama sekali dari arti unsur-unsurnya.
2.
Kelompok kedua beranggotakan rumah makan, rumah sakit, kamar tidur, kamar mandi,
angkat besi, tolak peluru,dan seterusnya.
Kata majemuk pada
kelompok kedua ini salah satu unsurnya masih memiliki arti unsur aslinya. Misal
istri muda tidak sama dengan istri yang muda, karena mungkin saja
usianya justru lebih tua dari istri pertama memang benar. Tetapi bagaimanapun
juga kata istri masih mangandung
makna ‘istri’.
3. Kelompok ketiga beranggotakan tua renta, tua bangka, gelap gulita, dendam
kesumat, hitam legam, malam kelam,
dan seterusnya.
Kata majemuk pada
kelompok ketiga mempunyai unsur yang unik atau morfem unik. Morfem yang
bergandengan dengan morfem unik ada dua jenis
yaitu,
a.
Berjenis kata kerja
Apabila morfem unik
mengikuti morfem yang berjenis kata kerja,maka morfem unik itu berarti
‘frekuensi kuantitatif’. Misalnya lalu lalang dan simpang siur.
b.
Berjenis kata sifat
Apabila morfem unik
mengikuti morfem yang berjenis kata sifat,maka morfem unik itu berarti
‘intensitas kualitatif’. Misalnya gelap
gulita, muda belia, dan sunyi senyap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar