Rabu, 22 Januari 2020

Sub bab 6 klasifikasi kata



KLASIFIKASI KATA
  1. KLASIFIKASI KATA
       Kata adalah satuan gramatikal bebas yang terkecil. Jenis-jenis kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi kata benda (nomina ), kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), kata keterangan (adverbia), kata bilangan (numeralia), kata ganti (pronomina), kata depan (preposisi), kata hubung (konjungsi), kata sandang (artikulus), kata yang mengukapkan perasaan batin (interjeksi), dan partikel. Namun secara umum dapat diklasifikasikan menjadi  lima kelompok yaitu, nomina, verba, adjektiva,averbia,kata tugas.
       Secara tradisional kata-kata dikelompokkan berdasarkan kriteria semantik dan kriteria fungsi. Kriteria semantik digunakan untuk mengklasifikasikan kelas verba (V), kelas nomina (N), dan kelas adjektiva (A). Lalu, kriteria fungsi digunakan untuk menentukan kelas preposisi kelas konjungsi dan lainnya.
A.    Pendapat Berbagai Macam Ahli
       Menurut Abdul Chaer dalam bukunya klasifikasi kata terbagi menjadi dua yaitu kelas terbuka dan kelas tertutup. Berikut penjelasannya :

  1. KLASIFIKASI KATA KELAS TERBUKA
       Kelas kata terbuka adalah kelas kata yang keanggotaannya dapat bertambah atau berkurang-kurang sewaktu-waktu berkenaan dengan perkembangan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat penutur suatu bahasa. Yang termasuk kelas kata terbuka adalah kata-kata yang termasuk dalam verba, nomina, dan adjektiva. Selain itu yang termasuk kelas terbuka dapat menjadi dasar dalam proses morfologis.
A.    Verba
Ciri utama verba atau kata kerja dilihat dari adverbia yang mendampinginya.
Pertama, dapat didampingi oleh adverbia tidak, tanpa, dan bukan.Misalnya : tidak datang, tanpa makan.
·Kedua, dapat didampingi oleh semua adverbia frekuensi. Misakknya : Sering datang, jarang makan.
·Ketiga, tidak dapat didampingi oleh kata bilangan dengan penggolongannya. Misalnya : sebuah *membaca, dua butir *menulis.
·Keempat, tidak dapat didampingi oleh semua adverbia derajat. Misalnya: agak *pulang, cukup *datang.
·Kelima, dapat didampingi oleh semua adverbia kala(tenses). Misalnya: sudah makan, sedang mandi.
·Keenam, dapat didampingi oleh semua verba keslesaian. Misalnya : belum mandi, sudah datang.
·Ketujuh, dapat didampingi oleh semua adverbia keharusan. Misalnya : boleh  mandi, harus pulang.
·Kedelapan, dapat didampingi oleh semua anggota adverbia kepastian. Misalnya : pasti datang, tentu pulang.
B.     Nomina
Ciri utama nomina atau kata benda dilihat dari adverbia pendampingnya.
Pertama, tidak dapat didahului oleh adverbia negasi tidak. Misalnya : tidak kucing, tidak meja.
Kedua, tidak dapat didahului oleh adverbia derajat agak lebih, sangat, dan paling. Misalnya : agak kucing, agak meja.
Ketiga, tidak dapat didahului oleh adverbia keharusan wajib. Misalnya wajib kucing, wajib meja.
Keempat, dapat didahului adverbia yang menyatakan jumlah seperti satu, sebuah, sebatang. Misalnya : sebuah meja.
C.    Adjektiva
Ciri utama adjektiva atau kata keadaan dari adverbia yang mendampinginya
·Pertama, tidak dapat didampingi oleh adverbia frekuensi sering, jarang, dan kadang-kadang. Misalnya: sering indah, jarang tinggi.
Kedua,tidak dapat didampingi adverbia jumlah. Misalnya : sedikit baru, sebuah indah.
Ketiga, dapat didampingi oleh semua adverbia derajat. Misalnya : agak tinggi, cukup mahal, lebih bagus.
Keempat, dapat didampingi oleh adverbia kepastian pasti. Misalnya : pasti indah, tentu baik.
Kelima, tidak dapat diberi adverbia kala (tenses) hendak dan mau. Misalnya : mau tinggi.

C.    KLASIFIKASI KATA KELAS TERTUTUP
            Menurut Abdul Chaer,2008:83, kelas kata tertutup adalah kelas kata jumlah keanggotaanya terbatas dan tidak tampak kemungkinan untuk bertambah atau berkurang. Yang termasuk kelas kata tetutup adalah kelas adverbia, kelas preposisi, kelas konjungsi, kelas artikula, dan kelas interjeksi.
A. Adverbia
            Adverbia lazim disebut kata keterangan atau kata keterangan tambahan. Fungsinya adalah menerangkan kata kerja, kata sifat, dan jenis kata lainnya. Adverbia disebut juga kata-kata yang bertugas mendampingi nomina, verba, dan ajektifa. Adverbia pada umumnya berupa bentuk dasar. Sedikit sekali yang berupa kata bentukan. Yang berupa kata bentukan ini secara morfologi dapat dikenali dari bentuknya (Abdul Chaer,2008:83).
·       Berprefiks se- (sejumlah, sebagian, seberapa, semoga)
·       Berprefiks se- dengan reduplikasi (sekali-kali, semena-mena)
·       Berkonsfiks se-nya ( sebaiknya, seharusnya, sesungguhnya, sebisanya)
·   Berkonfiks se-nya disertai reduplikasi (selambat-lambatnya, secepat-cepatnya, sedapat-dapatnya)
B. Pronomina
       Pronomina lazim disebut kata ganti karena tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Secara umum dibedakan menjadi empat macam pronomina yaitu (Abdul Chaer,2008:87).:
· Pronomina persona (kata ganti diri)
· Pronomina demostrativa ( kata ganti penunjuk)
· Pronomina interogatifa (kata ganti tanya)
· Pronomina tak tentu
C.Numeralia
            Kata bilangan atau numeralia adalaha kata-kata yang menyatakan bilangan, jumlah, nomor, urutan dan himpunan. Menurut bentuk dan fungsinya dikenal adanya kata bilangan utama (satu, dua, lima), bilangan genap (dua, empat, dua belas), bilangan ganjil (tiga, lima, tujuh), bilangan bulat, bilangan pecahan, bilanan tingkat (pertama, kedua) dan kata bantu bilangan. Kata bilangan dapat ditulis dengan angka arab, angka romawi, maupun dengan huruf. Yang termasuk dalam kata bantu bilangan adalah:ekor, buah, batang, helai, butir, biji, pucuk, bilah, mata, tangkai, kuntum, tandan, carik, kaki, pasang, dan rumpun (Abdul Chaer,2008:93).
D. Preposisi
            Preposisi atau kata depan adalah kata-kata yang digunakan untuk merangkaikan nomina dengan verba di dalam suatu klausa. Secara semantik preposisi menyatakan makna sebagai berikut(Abdul Chaer,2008:96):
·       Tempat berada (di , pada, dalam, atas, antara)
·       Arah asal (dari)
·       Arah tujuan (ke, kepada, akan, terhadap)
·       Pelaku (oleh)
·       Alat (dengan, berkat)
·       Perbandingan (daripada)
·       Hal atau masalah (tentang, mengenai)
·       Akibat, batas waktu (hingga, sehingga, sampai)
·       Tujuan (untuk, buat, guna, bagi)                  
E. Konjungsi
Konjungsi atau kata pengubung adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, antara frase dengan frase, antara klausa dengan klausa atau antara kalimat dengan kalimat. Dilihat dari tingkat kedudukannya dibedakan adanya (1) konjungsi koordinatif, (2) konjungsi subordinatif.
F. Artikula
Artikula atau kata sandang adalah kata-kata yang berfungsi sebagai penentu atau mendefinisikan sesuatu nomina, ajektifa, atau kelas lain. Artikula yang ada dalam bahasa Indonesia adalah si, sang (Abdul Chaer,2008:98).
G. Interjeksi
Interjeksi adalah kata-kata yang mengungkapkan perasaan batin misalnya karena kaget, marah, terharu, kangen, kagum, sedih, dan sebagainya. Interjeksi terbagi menjadi dua yaitu interjeksi yang berupa kata singkat (wah, cih, hai, oi, oh, nah, hah) dan interjeksi yang terdiri dari kata-kata biasa ( aduh, celaka, gila, kasihan, bangsat, astaga. Alhamdulillah, Masyaallah dsb) (Abdul Chaer,2008:104).
H.Partikel
Partikel dalam bahasa Indonesia antara lain adalah kah, lah, tah, dan pun. Partikel ini adayang berfungsi sebagai penegas, tetapi adapula yang bukan (Abdul Chaer,2008:104).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar