KLASIFIKASI KATA
- KLASIFIKASI KATA
Kata adalah satuan gramatikal bebas yang
terkecil. Jenis-jenis kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi
kata benda (nomina ), kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), kata
keterangan (adverbia), kata bilangan (numeralia), kata ganti (pronomina), kata
depan (preposisi), kata hubung (konjungsi), kata sandang (artikulus), kata yang
mengukapkan perasaan batin (interjeksi), dan partikel. Namun secara umum dapat
diklasifikasikan menjadi lima kelompok
yaitu, nomina, verba, adjektiva,averbia,kata tugas.
Secara tradisional kata-kata
dikelompokkan berdasarkan kriteria semantik dan kriteria fungsi. Kriteria
semantik digunakan untuk mengklasifikasikan kelas verba (V), kelas nomina (N),
dan kelas adjektiva (A). Lalu, kriteria fungsi digunakan untuk menentukan kelas
preposisi kelas konjungsi dan lainnya.
A. Pendapat Berbagai Macam Ahli
Menurut Abdul Chaer dalam bukunya
klasifikasi kata terbagi menjadi dua yaitu kelas terbuka dan kelas tertutup.
Berikut penjelasannya :
- KLASIFIKASI KATA KELAS TERBUKA
Kelas kata terbuka adalah kelas kata
yang keanggotaannya dapat bertambah atau berkurang-kurang sewaktu-waktu
berkenaan dengan perkembangan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat
penutur suatu bahasa. Yang termasuk kelas kata terbuka adalah kata-kata yang
termasuk dalam verba, nomina, dan adjektiva. Selain itu yang termasuk kelas
terbuka dapat menjadi dasar dalam proses morfologis.
A. Verba
Ciri utama verba atau kata kerja
dilihat dari adverbia yang mendampinginya.
Pertama, dapat didampingi oleh
adverbia tidak, tanpa, dan bukan.Misalnya : tidak datang, tanpa makan.
·Kedua, dapat didampingi oleh
semua adverbia frekuensi. Misakknya : Sering datang, jarang makan.
·Ketiga, tidak dapat didampingi
oleh kata bilangan dengan penggolongannya. Misalnya : sebuah *membaca, dua
butir *menulis.
·Keempat, tidak dapat didampingi
oleh semua adverbia derajat. Misalnya: agak *pulang, cukup *datang.
·Kelima, dapat didampingi oleh
semua adverbia kala(tenses). Misalnya: sudah makan, sedang mandi.
·Keenam, dapat didampingi oleh
semua verba keslesaian. Misalnya : belum mandi, sudah datang.
·Ketujuh, dapat didampingi oleh
semua adverbia keharusan. Misalnya : boleh
mandi, harus pulang.
·Kedelapan, dapat didampingi oleh
semua anggota adverbia kepastian. Misalnya : pasti datang, tentu pulang.
B. Nomina
Ciri utama nomina atau kata benda
dilihat dari adverbia pendampingnya.
Pertama, tidak dapat didahului
oleh adverbia negasi tidak. Misalnya : tidak kucing, tidak meja.
Kedua, tidak dapat didahului oleh
adverbia derajat agak lebih, sangat, dan paling. Misalnya : agak kucing, agak
meja.
Ketiga, tidak dapat didahului oleh
adverbia keharusan wajib. Misalnya wajib kucing, wajib meja.
Keempat, dapat didahului adverbia
yang menyatakan jumlah seperti satu, sebuah, sebatang. Misalnya : sebuah meja.
C. Adjektiva
Ciri utama adjektiva atau kata
keadaan dari adverbia yang mendampinginya
·Pertama, tidak dapat didampingi
oleh adverbia frekuensi sering, jarang, dan kadang-kadang. Misalnya: sering
indah, jarang tinggi.
Kedua,tidak dapat didampingi
adverbia jumlah. Misalnya : sedikit baru, sebuah indah.
Ketiga, dapat didampingi oleh
semua adverbia derajat. Misalnya : agak tinggi, cukup mahal, lebih bagus.
Keempat, dapat didampingi oleh
adverbia kepastian pasti. Misalnya : pasti indah, tentu baik.
Kelima, tidak dapat diberi
adverbia kala (tenses) hendak dan mau. Misalnya : mau tinggi.
C. KLASIFIKASI
KATA KELAS TERTUTUP
Menurut
Abdul Chaer,2008:83, kelas kata tertutup adalah kelas kata jumlah keanggotaanya
terbatas dan tidak tampak kemungkinan untuk bertambah atau berkurang. Yang
termasuk kelas kata tetutup adalah kelas adverbia, kelas preposisi, kelas
konjungsi, kelas artikula, dan kelas interjeksi.
A. Adverbia
Adverbia lazim disebut kata
keterangan atau kata keterangan tambahan. Fungsinya adalah menerangkan kata
kerja, kata sifat, dan jenis kata lainnya. Adverbia disebut juga kata-kata yang
bertugas mendampingi nomina, verba, dan ajektifa. Adverbia pada umumnya berupa
bentuk dasar. Sedikit sekali yang berupa kata bentukan. Yang berupa kata
bentukan ini secara morfologi dapat dikenali dari bentuknya (Abdul
Chaer,2008:83).
· Berprefiks se- (sejumlah, sebagian,
seberapa, semoga)
· Berprefiks se- dengan reduplikasi (sekali-kali,
semena-mena)
· Berkonsfiks se-nya ( sebaiknya,
seharusnya, sesungguhnya, sebisanya)
·
Berkonfiks se-nya disertai reduplikasi (selambat-lambatnya,
secepat-cepatnya, sedapat-dapatnya)
B. Pronomina
Pronomina lazim disebut kata ganti
karena tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Secara umum dibedakan
menjadi empat macam pronomina yaitu (Abdul Chaer,2008:87).:
· Pronomina persona (kata ganti
diri)
· Pronomina demostrativa ( kata
ganti penunjuk)
· Pronomina interogatifa (kata ganti
tanya)
· Pronomina tak tentu
C.Numeralia
Kata bilangan atau numeralia
adalaha kata-kata yang menyatakan bilangan, jumlah, nomor, urutan dan himpunan.
Menurut bentuk dan fungsinya dikenal adanya kata bilangan utama (satu, dua,
lima), bilangan genap (dua, empat, dua belas), bilangan ganjil (tiga, lima,
tujuh), bilangan bulat, bilangan pecahan, bilanan tingkat (pertama, kedua) dan
kata bantu bilangan. Kata bilangan dapat ditulis dengan angka arab, angka
romawi, maupun dengan huruf. Yang termasuk dalam kata bantu bilangan
adalah:ekor, buah, batang, helai, butir, biji, pucuk, bilah, mata, tangkai,
kuntum, tandan, carik, kaki, pasang, dan rumpun (Abdul Chaer,2008:93).
D. Preposisi
Preposisi atau kata depan adalah
kata-kata yang digunakan untuk merangkaikan nomina dengan verba di dalam suatu
klausa. Secara semantik preposisi menyatakan makna sebagai berikut(Abdul
Chaer,2008:96):
· Tempat berada (di , pada, dalam, atas,
antara)
· Arah asal (dari)
· Arah tujuan (ke, kepada, akan, terhadap)
· Pelaku (oleh)
· Alat (dengan, berkat)
· Perbandingan (daripada)
· Hal atau masalah (tentang, mengenai)
· Akibat, batas waktu (hingga, sehingga,
sampai)
· Tujuan (untuk, buat, guna, bagi)
E. Konjungsi
Konjungsi atau kata pengubung
adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata
dengan kata, antara frase dengan frase, antara klausa dengan klausa atau antara
kalimat dengan kalimat. Dilihat dari tingkat kedudukannya dibedakan adanya (1)
konjungsi koordinatif, (2) konjungsi subordinatif.
F. Artikula
Artikula atau kata sandang adalah
kata-kata yang berfungsi sebagai penentu atau mendefinisikan sesuatu nomina,
ajektifa, atau kelas lain. Artikula yang ada dalam bahasa Indonesia adalah si,
sang (Abdul Chaer,2008:98).
G. Interjeksi
Interjeksi adalah kata-kata yang
mengungkapkan perasaan batin misalnya karena kaget, marah, terharu, kangen,
kagum, sedih, dan sebagainya. Interjeksi terbagi menjadi dua yaitu interjeksi yang
berupa kata singkat (wah, cih, hai, oi, oh, nah, hah) dan interjeksi yang
terdiri dari kata-kata biasa ( aduh, celaka, gila, kasihan, bangsat, astaga.
Alhamdulillah, Masyaallah dsb) (Abdul Chaer,2008:104).
H.Partikel
Partikel dalam bahasa Indonesia
antara lain adalah kah, lah, tah, dan pun. Partikel ini adayang berfungsi
sebagai penegas, tetapi adapula yang bukan (Abdul Chaer,2008:104).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar